Kegiatan ini mendatangkan tiga narasumber ahli di bidang ekonomi yaitu Bapak Arif Nazarudin, S.E selaku Deputi kepala perwakilan bidang ekonomi moneter dari kantor perwakilan Bank Indonesia Solo dengan judul makalahnya “Komunitas Ekonomi ASEAN 2015: Peluang dan Tantangan”. Beliau menuturkan tentang makna independensi bank sentral sebagai agen pengembangan dalam menghadapi pasar bebas. Independensi yang dimaksud adalah dalam mengambil keputusan dan kebijakan Bank Indonesia tidak boleh diinterfensi oleh pihak manapun termasuk pemerintah. Selain itu tugas Bank Indonesia adalah menjaga keseimbangan uang yang beredar.
Narasumber kedua adalah Bapak H. Dwi Condro Triyono, Ph.D seorang Pakar Ekonomi Syariah yang menjadi dosen di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Islam di IAIN Surakarta dengan mengangkat tema “Dampak Pasar Bebas terhadap Ekonomi Indonesia dan Solusi Sistem Ekonomi Islam”. Dalam paparannya beliau menjelaskan tentang prinsip-prinsip sistem ekonomi pasar bebas yang biasa kita kenal dengan istilah kapitalisme. Tidak ketinggalan juga penjelasan beliau tentang dampak positif dan negatifnya untuk bangsa Indonesia. Solusi kejamnya sistem ekonomi pasar bebas pun dapat diselesaikan dengan mekanisme pasar syariah.
Pembicara ketiga didatangkan dari Yogyakarta yaitu Prof. Dr. Muhammad, M.Ag selaku dewan pakar masyarakat ekonomi syariah Yogyakarta dan ketua STIE Yogyakarta. Materi yang beliau sampaikan yaitu tentang Keuangan Islam dalam Pasar Bebas Indonesia. Profesor yang telah mengarang 65 judul buku tentang ilmu ekonomi serta menggubah 15 lirik lagu tentang sistem ekonomi inipun mampu menyihir peserta seminar untuk menyerap ilmu dengan khidmat.
Seminar yang dimoderatori oleh Waluyo (Magister Ekonomi Islam UGM 2010) dan diketuai oleh Muhammad Ridwan yang berlangsung sekitar 4 jam (08.30-12.30 WIB) ini berjalan sangat lancar dibuktikan dengan antusiasnya para peserta saat dibukanya sesi pertanyaan. Seminar keilmuan ini juga memberikan banyak ilmu pengetahuan tentang bagaimana menanggapi dan menghadapi pasar bebas ASEAN 2015. Yin




0 comments:
Post a Comment